Kandidat MVP AL Gunnar Henderson bisa lolos ke putaran kedua MLB

Kandidat MVP AL Gunnar Henderson bisa lolos ke putaran kedua MLB

Kandidat MVP AL Gunnar Henderson bisa lolos ke putaran kedua MLB. Bagaimana calon MVP AL Gunnar Henderson lolos ke perputaran ke-2  MLB?
Seorang eksekutif kantor depan belakangan ini memperlihatkan rekaman video dari saat sekolah menengah Gunnar Henderson di Alabama dan memperlihatkan rekaman itu ke seorang partnernya yang tidak menyaksikan Henderson sebagai seorang pemula.

“Ya Tuhan,” kata partnernya, takjub dengan yang dilihatnya.

Henderson, yang dipilih sebagai pemain utama dalam penyeleksian. All-Star pertama kalinya, berumur 23 tahun dan telah dipandang seperti salah satunya pemain terbaik di liga khusus. Cuma 5 tahun semenjak Henderson diambil oleh. Baltimore Orioles — dan kurang dari satu tahun semenjak dia dipropagandakan ke liga khusus — dia unggul pada hampir segala hal.

Dia sudah jadi mode yang diharap dengan seorang pencarian talenta dari pemain — besar dan fisik, tinggi 6 kaki 3 inch dan berat 220 pon, tapi juga cepat dan berkekuatan. Ingat kemampuan yang dia kerjakan di base, dia terlihat seringkali mengayunkan palu godam dibanding tongkat pemukul, dan saat dia berlari di base, ada ledakan dalam dirinya. Henderson bergerak seperti pemain NFL yang hendak jatuhkan wide receiver.
Cuma Aaron Judge dan Shohei Ohtani yang cetak semakin banyak home run musim ini, dan Henderson telah dipandang seperti salah satunya shortstop bertahan dan baserunner terbaik di dalam permainan ini. Saat seorang staff belakangan ini menanyakan ke catcher. Orioles Adley Rutschman mengenai supremasi Henderson pada awal profesinya, Rutschman melihat dan berbicara, “Saat ini dunianya. Dan kita cuma jalaninya.”

Kandidat MVP AL Gunnar Henderson bisa lolos ke putaran kedua MLB

Kandidat MVP AL Gunnar Henderson bisa lolos ke putaran kedua MLB

Menyaksikan kekuatan atletiknya yang hebat, popularitasnya yang hebat di dalam bekerja, dan pribadinya yang bersahaja. Anda bisa pahami kenapa banyak team bertanya pertanyaan yang simpel tapi penting: Bagaimanakah mungkin fenomena baseball ini dapat jatuh ke opsi ke-42 keseluruhannya dalam draft?

Draft bisbol ialah pengetahuan yang tidak jelas di mana team membuat tebakan terbaik mereka, mengharap jika laporan kepanduan, konsep draft, data, dan mekanisme prediksi mereka hasilkan opsi yang bagus. Tetapi, ada banyak sekali faktor yang berperanan hingga kekeliruan tentu terjadi, membuat staff club bertanya, lewat pantauan tidak resmi. Apa yang tidak kita saksikan pada pemain itu? Berikut yang terjadi sesudah. Mike Trout jatuh ke opsi ke-25 dalam draft 2009, dengan beberapa team fokus pada kekurangan kompetitor. Trout di New Jersey selatan dibanding atletismenya yang tidak biasa; dalam kurun waktu 3 tahun sesudah tim-tim itu meremehkan. Trout, dia dipandang seperti pemain terbaik dalam bisbol.

Henderson tersenyum tipis sepanjang akhir minggu saat ditanyakan bagaimana menurut dia dia jatuh ke posisi ke-42 dalam draft. “Saya dapat memahami argumennya — saya cuma asal dari kota kecil,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *